‘THE EYE’, Melihat Kematian dari Donor Mata

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Jessica Alba, Alessandro Nivola, Parker Posey, Chloe Grace Moretz, Tamlyn Tomita

Sidney Well (Jessica Alba) tak pernah berharap akan kehilangan penglihatannya namun itulah yang terjadi saat Sidney mengalami kecelakaan saat ia berumur 5 tahun. Helen Wells (Parker Posey), adik Sidney, yang merasa bersalah atas kecelakaan itu berusaha keras agar Sidney dapat kembali melihat seperti sedia kala.

20 tahun kemudian, Sidney telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemain biola yang cukup diperhitungkan. Sidney tak pernah menyalahkan Helen atas nasib yang ia alami namun rasa bersalah Helen membuatnya mengupayakan agar Sidney dapat memperoleh donor mata yang akan mengembalikan penglihatan Sidney.

Dari hasil usaha Helen, Sidney akhirnya berhasil memperoleh donor mata. Setelah menjalani operasi mata, penglihatan Sidney berangsur-angsur pulih. Namun seiring dengan pulihnya penglihatan Sidney, ada dampak lain yang mulai mengganggu Sidney. Ia mulai melihat hal-hal yang tak dapat dilihat orang lain. Merasa mulai hilang kewarasan, Sidney pun mencoba berkonsultasi pada Dr. Paul Faulkner (Alessandro Nivola). Dr. Paul menganggap bahwa apa yang dialami Sidney hanyalah dampak psikologis dari transplantasi organ baru pada tubuh Sidney.

Tak puas dengan jawaban Dr. Paul, Sidney mulai mencoba melacak dari mana asal donor mata yang ia terima. Pada titik ini, Sidney mulai merasa bahwa apa yang dilihatnya bukanlah halusinasi melainkan ‘kenyataan’ yang tak dapat dilihat orang lain. Saat Sidney berhasil menemukan asal donor mata yang ia terima, terbukalah semua tabir yang selama ini menjadi misteri dari penglihatan Sidney. Dan yang lebih dari sekedar membuka misteri itu, Sidney akhirnya sadar bahwa semua orang mendapat kelebihan sendiri-sendiri dari Sang Pencipta walaupun buat beberapa orang itu adalah sebuah kekurangan.

Versi asli dari film ini sebenarnya cukup enak dinikmati. Banyak adegan yang membuat merinding. Sayangnya saat di-remake menjadi film Hollywood, sensasi itu jadi hilang. Entah kenapa, tapi mungkin karena Jessica Alba tak mampu mendalami karakter yang ia perankan.

Berperan menjadi orang buta saja sudah cukup menyulitkan, ditambah lagi kesan keputusasaan dan ketakutan yang harus dibangun Jessica di sepanjang film. Berbeda dengan saat kita menonton film GOTHIKA. Halle Berry tampil mengesankan dalam film yang sama-sama berbasis horor ini.

Atau bisa jadi setting yang berpindah ke Amerika malah merusak suasana mistis yang seharusnya terbentuk. Di Asia bisa saja hal itu terjadi, namun mampukah film ini mengkondisikan suasana mistis yang sama dengan setting dunia barat? Itu yang masih menjadi pertanyaan. Penyesuaian alur cerita yang mungkin dimaksudkan untuk membuat jalan cerita lebih logis pun tak banyak membantu memperkokoh alur cerita. (kpl/roc) r2y2z.h

‘KARMA’, Horor Berlatar Belakang Tionghoa

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Dominique Agisca Diyose, Joe Taslim, HIM Damsyik, Jonathan Mulia, Henky Solaiman, Verdi Solaiman, Jenny Chang, Leny Jaya Dewi, Adi Kurdi, Lucy Roswita, Maria Glenon, Jaya Suprana

Usai MAY, film drama berlatar etnik Tionghoa, kini hadir film horor thriller dengan latar etnik yang sama berjudul KARMA. Film produksi Credo Pictures ini memasang Dominique Agisca sebagai bintang utama dalam debut penyutradaraan Allan Lunardi.

Film ini berfokus pada keluarga Guan (HIM Damsyik), keluarga yang dihuni oleh para pria. Thiong Guan memiliki anak laki-laki satu-satunya, Philip (Henky Solaiman). Phillip memiliki dua anak laki-laki hasil dari dua perkawinan yang berbeda, bernama Martin (Verdi Solaiman) dan Armand (Joe Taslim).

Sandra (Dominique Agisca Diyose) diceritakan sebagai anak tunggal keluarga kaya. Saat peristiwa Mei 1998, Sandra dilarikan ke Australia. Di sanalah dia bertemu dengan Armand (Joe Taslim). Sandra yang hamil di luar nikah, diusir oleh keluarganya.

Armand dan Sandra pun pulang ke Indonesia dan menikah. Untuk sementara mereka harus tinggal di rumah keluarga Guan hingga Armand dapat menemukan tempat tinggal dan memulihkan bisnis keluarganya kembali.

Sayangnya, sejak Sandra datang, suasana tak nyaman yang dia temui. Baru datang, kakek Armand, Tiong Guan yang sudah lumpuh karena stroke, menyambut mereka dengan lemparan gelas hingga pecah berantakan. Lalu, ada kakak tiri Armand, Martin; yang ibunya pun meninggal secara misterius, terlihat agak sinting dan selalu mengurung diri di kamar.

Kejadian-kejadian aneh pun selalu ditemui sejak malam pertama Sandra tidur di rumah itu. Suara gemerincing gelang kaki yang membuat bulu kuduk Sandra berdiri di tengah malam, penampakan-penampakan sosok wanita berpakaian Cina kuno dan suara-suara yang menyuruhnya pergi dari rumah itu terus menerus menerornya.

Sandra akhirnya sadar bahwa setiap perempuan yang masuk dalam keluarga Guan akan celaka. Demi cintanya pada Armand, Sandra bertekad mencari cara untuk menghentikan karma keluarga Guan. Sandra tak peduli, meski dirinya sedang hamil 6 bulan, dan keselamatan hidupnya terancam. (kpl/lin) santy

LIAR’, Kebut-Kebutan Bertabur Sponsor

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Raffi Ahmad, Irgy Ahmad Fahrezy, Asmirandah, Intan Nuraini

Setelah sutradara Iqbal Rais menggarap THE TARIX JABRIX, film komedi bertema geng motor, kini hadir film bertema serupa namun dengan genre sport-action drama. Tak hanya tentang kebrutalan geng motor dan kebut-kebutan, film garapan Rudi Soedjarwo ini juga dipermanis dengan selipan kisah cinta.

Film bertajuk LIAR ini berkisah tentang perjuangan kakak beradik Indra (Irgy Ahmad Fahrezy) dan Bayu (Raffi Ahmad) yang tertarik dengan aksi kebut-kebutan dengan kendaraan roda dua.

Indra adalah mantan pembalap jalanan yang terpaksa pensiun setelah dikeroyok oleh sebuah geng motor. Bahkan mereka merampas motor kesayangan Indra. Dengan memanfaatkan sisa kemampuan balapannya, Indra pun beralih profesi menjadi pengantar pizza.

Kehidupan Indra tampaknya semakin membaik, menjadi karyawan terbaik restoran tempatnya bekerja, dan bertemu dengan Monique (Intan Nuraini), yang mulai tertarik dengan kesederhanaannya.

Berbeda dengan kehidupan kakaknya yang mulai mapan, darah muda Bayu yang bergejolak meminta penyaluran. Bayu yang terjun ke balapan liar mulai menunjukkan bakatnya. Bayu mulai memenangi satu per satu balapan yang diikutinya. Hal ini semakin memupuk percaya diri Bayu sebagai pembalap nomer wahid, tak terkalahkan.

Kemampuan Bayu dilirik, dia pun ditawari menjadi pembalap profesional. Nyali dan kemampuan Bayu sebagai pembalap liar tak cukup untuk menjadi pembalap profesional. Bayu pun ditandingkan dengan pembalap wanita Pepi (Asmirandah). Penampilan Pepi yang cantik dan feminin membuat Bayu lengah, dengan mudah Pepi mengalahkannya. Pihak sponsor pun menunjuk Pepi sebagai mentor Bayu.

Rasa terlalu pede merasa dirinya yang paling hebat tak hanya sekali melanda Bayu. Salah satunya yang paling fatal adalah saat Bayu melihat motor yang dia pikir milik kakaknya. Ketika tak mendapat penjelasan memuaskan dari penunggang motor, Bayu merampas paksa motor tersebut. Sayang, terlambat bagi Bayu untuk menyadari bahwa pria yang mengendarai motor kakaknya tersebut adalah anggota geng motor yang pernah mengeroyok Indra.

Astral Pictures mengklaim kalau film dengan tema seperti ini adalah yang pertama diproduksi di Indonesia sejak era kebangkitan industri film di tahun 2000, setelah 30 tahun film dengan tema serupa juga pernah diproduksi. Sayangnya, film yang dibuat Astral Pictures yang bekerja sama dengan Suzuki dan Pertamina ini terlalu didominasi sponsor. Saking berlebihannya, ada yang tak wajar, seperti ‘motor-utuh-keluaran-pabrik’ yang dipakai oleh para pembalap liar. Umumnya, para pembalap liar telah merombak total motor gacoannya. Meski demikian, aksi kebut-kebutan dalam film ini cukup bagus juga, apalagi melibatkan stuntman sekelas pembalap motor nasional Ahmad Jayadi.

Namun secara keseluruhan, bisa dibilang LIAR adalah salah satu film jelek Rudi Soedjarwo. Pemeran utama wanitanya, Intan Nuraini dan Asmirandah malah terkesan tak lebih sebagai cameo, dengan peran yang sama sekali ga penting. Meski Rudi berkali-kali menegaskan bahwa peran Pepi penting sebagai ‘jembatan’ pemeran utama. (kpl/lin)

PUBER’, Kisah Artis Muda Yang Frustasi

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Ryana Dea, Andika Gumilang, Rizky Hanggono

Banyak remaja akan iri pada Arletta (Ryana Dea), artis muda, cantik, tenar, kaya, dan dikelilingi banyak orang. Sayang, bagi Arletta sendiri, masa remaja bukanlah masa paling indah seperti yang banyak dikatakan orang. Arletta merasa tertekan dan mulai berpetualang untuk menikmati kesendiriannya. Cerita itulah yang menjadi inti dari film garapan Gerhard S. Mali, PUBER.

Arletta yang merasa tertekan dan hanya dimanfaatkan oleh teman-temannya, saudaranya, bahkan mamanya sendiri, yang sekaligus manajernya, menolak tawaran liburan ke luar negeri. Arletta memilih melakukan travelling hanya ditemani supirnya, Rahmat (Rizky Hanggono).

Dalam perjalanan itulah Arletta benar-benar merasa merdeka, menjadi dirinya sendiri. Ia merasakan kenikmatan hidup yang selama ini dirindukannya. Arletta seperti tidak memperdulikan kegalauan orang-orang yang ditinggalkannya.

Akan tetapi, apakah dalam kesendiriannya itu Arletta berhasil menjadi dirinya sendiri seperti impiannya?

Benarkah kecurigaan orang tua serta kekasih Arletta terhadap sang supir yang dianggap sebagai biang keladi kepergian Arletta?

Benarkah supirnya yang mantan mahasiswa itu telah mengguna-gunai Arletta agar artis ternama itu berani membangkang? (kpl/lin) santy

‘SETANNYA KOK BENERAN?’, Tiga Pengusir Hantu Gadungan

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Indra Birowo, Mario Lawalata, Ence Bagus, Djodjon, Tessy, Jill Gladys, Dewi Safira

Apa jadinya jika dua personel Extravaganza, Indra Birowo dan Ence Bagus, serta aktor bertampang serius namun jenaka, Mario Lawalata bergabung dalam sebuah acara televisi? Bisa dipastikan acaranya tak akan serius. Namun jangan salah, mereka bertiga menjadi dukun dengan dandanan pesulap modern yang ahli mengusir hantu. Ketiga pria ini mengikuti reality show SANG PENAKLUK.

Masalah mulai muncul saat reality show yang mereka bintangi menuai sukses besar, dan mereka diundang ke suatu kampung. Mereka mengira akan bertemu dengan penggemar di kampung tersebut. Tak jadi lawakan kalau akhirnya mereka salah duga. Ternyata mereka diminta untuk mengusir hantu pocong di sebuah rumah.

Berhasilkah mereka? (kpl/lin) santy

‘TRI MAS GETIR’, Kisah Getir Tiga Mas-Mas

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Tora Sudiro, Indra Birowo, Vincent Club Eighties, Titi Kamal, Robby Tumewu, Tino Saroengalo, Cut Mini, Emmy Lemu

Tora Sudiro kembali ke layar lebar, untuk film ketiganya tahun ini, setelah OTOMATIS ROMANTIS dan NAMAKU DICK. Masih bergenre sama, komedi ‘esek-esek’, yang sepertinya akan menjadi keahlian satu-satunya bagi Tora.

Kali ini, Tora berperan sebagai Ciang Pek, cucu pemilik perguruan wushu. Ciang Pek bersahabat dengan Sugeng (Indra Birowo) dan Ujang (Vincent Club 80’s), yang juga menimba ilmu di perguruan wushu milik engkongnya. Di sela-sela waktu, mereka nyambi menjadi figuran.

Sugeng telah menikah dengan wanita gemuk bernama Susi. Sedangkan Ujang adalah putra pemilik rumah makan yang sukses. Ujang terobsesi dengan Katrina Katrodipuro (Titi Kamal), bintang film terkenal dan cantik, dan ingin menikahinya.

Masalah datang saat Kakek Ciang Pek meninggal dunia. Di malam pemakamannya, datang Munar Sapawi (Tino Sarunggalo), gembong mafia yang ingin menagih utang Engkong sebesar Rp200 juta. Munar pun mengancam, apabila dalam seminggu utangnya tak dilunasi, perguruan wushu akan disita.

Di saat putus asa, Sugeng mengusulkan ide konyol, menculik Katrina. Untuk menjalankan rencananya, Sugeng kembali meminjam uang kepada Munar Sapawi untuk membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

Rencana penculikan pun dimulai. Mereka akan menculik Katrina ketika ada acara jumpa pers film terbarunya. Rencana pun dijalankan. Mereka mematikan lampu gedung dan menculik Katrina. Sayang seribu sayang, bukannya Katrina, mereka malah menculik Fatima (Cut Mini), aktris yang namanya mulai redup.

Mas-mas ini pun tak kalah akal. Mereka tetap minta tebusan ke produser Star Joni (Robby Tumewu). Karena Fatima dianggap artis tua yang tak laku, Star Joni menolak tebusan mereka, dan membiarkan Fatima disekap.

Fatima yang tersinggung dengan penolakan Star Joni, mengajak ketiga pemuda itu untuk berkomplot. Dia ingin memanfaatkan penculikan itu untuk menaikkan pamornya. Ia menduga penculikannya akan diliput oleh seluruh infotainment dan dia akan mendapat popularitasnya kembali.

Sayang, hal ini malah memicu Katrina (Titi Kamal) yang ingin tambah tenar. Mengikuti jejak Fatima, Katrina pun ingin ikut diculik.

Bagaimana kelanjutan kisah dua selebriti dan tiga mas-mas yang payah ini?

Sayang tak ada hal baru yang ditawarkan oleh film ini. Sindiran-sindiran terhadap kondisi masyarakat sekarang, terutama para selebriti, terkesan garing dan membosankan. Unsur komedi terkesan sangat dipaksakan. Penggunaan bahasa dan dialog vulgar membuat film ini terkesan murahan.

Akting para aktornya tak banyak membantu. Tora dan Indra telah kerap muncul bersama dalam sebuah variety show di televisi swasta. Kehadiran mereka memang lumayan lucu, tapi tak terlalu berbeda dengan kehadiran mereka tiap minggunya di layar kaca.

Meski demikian, bagi penggemar lelucon yang dibalut esek-esek, film ini benar-benar sesuai ditonton orang yang telah cukup umur (baca: dewasa). (kpl/lin) ( r2y2z.h )

‘DORAEMON THE MOVIE: NOBITA’S DINOSAUR’, Bertualang Bersama Dinosaurus

Lihat Gambar

KapanLagi.com – Pemain: Wasabi Mizuta, Megumi Ohara, Yumi Kakazu, Sabaru Kimura, Tomokazu Seki

Secara tak sengaja Nobita berhasil menemukan sebuah telur raksasa yang ternyata adalah telur dinosaurus. Nobita kemudian bertekad untuk menetaskan telur raksasa tersebut untuk membuktikan bahwa telur itu memang telur dinosaurus.

Saat menetas, ternyata telur itu memang telur dinosaurus. Nobita yang ingin memelihara dinosaurus itu kemudian mengalami kesulitan saat dinosaurus yang diberi nama Pisuke itu kemudian tumbuh besar dan tak lagi bisa disembunyikan dalam kamar Nobita.

Dengan bantuan Doraemon, Nobita kemudian memindahkan Pisuke ke sebuah danau agar ia bisa bersembunyi di sana. Celakanya beberapa warga setempat kemudian melihat Pisuke dan mulai panik. Mereka mengira ada binatang liar yang berkeliaran di sekitar mereka.

Doraemon dan Nobita tak punya pilihan selain mengembalikan dinosaurus itu kembali ke jamannya. Dengan menggunakan mesin waktu, mereka kemudian memulangkan Pisuke kembali ke jamannya. Sayangnya rencana ini harus berantakan saat seorang penjahat berusaha menangkap Pisuke untuk keperluan pribadi mereka.

Film animasi karya sutradara Ayumu Watanabe ini sebenarnya sudah dilepas sejak tahun 2007 kemarin. Film ini adalah remake dari film Doraemon yang dilepas sekitar tahun 80-an. Walaupun bisa dibilang bahwa Ayumu Watanabe sebagai sang sutradara mencoba untuk tetap mempertahankan ide awal dari film ini, namun toh ia sempat membuat beberapa perubahan dari karya remake-nya ini.

Dari sisi alur cerita, gaya film layar lebar ini tak jauh beda dengan serial TV-nya. Tokoh-tokoh yang ditampilkan pun masih sama dengan film serial TV-nya. Bedanya di sini mungkin adalah durasinya yang membuat penggarapan cerita jadi lebih detail.

Film animasi yang satu ini bisa dibilang unik lantaran tidak seperti tren sekarang dimana animasi dikerjakan dengan komputer, film ini sepenuhnya masih mengandalkan goresan tangan secara tradisional. Secara teknis, teknik ini memiliki beberapa cacat terutama pada goresan outline yang masih terlihat kasar. Namun di sisi lain, teknik ini juga seolah memberikan ‘nyawa’ pada film animasi ini. Warna-warna cerah yang digunakan juga cukup memanjakan mata dan jadi sekedar pengobat rindu pada tokoh Doraemon. ( santy )

‘SOMEONE BEHIND YOU’, Saat Tak Ada Yang Bisa Dipercaya’

Lihat Gambar

Pemain: Yoon Jin-seo, Lee Ki-woo, Park Ki-woong

SOMEONE BEHIND YOU merupakan film adaptasi dari komik karya Kang Kyung-Ok yang berjudul Two People. Film horor yang disutradarai oleh Oh Ki-hwan ini tayang di Korea tahun 2007.

Kwong-Ok dikenal sebagai penulis yang cukup sukses dalam menciptakan karakter-karakter unik dan drama yang kuat. Kemampuannya telah diakui dengan diterimanya penghargaan karya sastra di Cartoon Publication Awards.

Kang Kyoung-Ok mampu menggabungkan genre mistery, thriller, dan science fiction dalam kartun dan konsekuensinya adalah menjadi sebuah sensasi dalam dunia komik di Korea, seperti dalam A Seventeen-year-old’s Narration dan Under the Starlight.

Film ini berkisah tentang Ga-in (Yoon Jin-seo) siswa SMA yang cantik dan cerdas, serta dicintai banyak orang. Namun Ga-in mulai berubah usai menyaksikan tantenya membunuh saudara perempuannya sendiri. Setelah peristiwa itu, Ga-in mulai melihat hal-hal aneh terjadi di sekitarnya.

Tak hanya tantenya, pamannya juga membunuh istrinya sendiri. Satu per satu orang di dekat Ga-in terbunuh. Saat di sekolah, Ga-in nyaris dibunuh oleh teman sekelasnya, Eun-kyung, juga gurunya.

Ga-in menyadari bahwa dia sudah tidak bisa lagi mempercayai teman-temannya atau bahkan keluarganya sendiri. Semakin dia mencoba menghindari maut, semakin ia tersakiti. Bahkan Ga-in merasa dia tak lagi percaya pada kekasihnya, Heon-joong, yang selama ini telah menjadi pelindungnya. ( santy )

Peringatan ‘Kamu bisa tetap hidup jika kamu tidak mempercayai siapa pun’ dari Suk-min (Park Ki-woong), seorang yang diasingkan karena diduga membunuh ayahnya sendiri, malah semakin menakuti Ga-in.

Siapakah pembunuh kentara dan tidak kentara yang mencoba mengakhiri hidup Ga-in?

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Oh Ki-hwan (sebelumnya sukses menyutradarai film bergenre komedi romantis THE ART OF SEDUCTION) ini tidak keluar dari pakem horor yang bertujuan untuk menimbulkan jeritan. Tentu saja, berliter-liter darah (atau lebih tepat cairan berwarna merah yang rada ga mirip darah) dan pembunuhan secara brutal juga masuk di dalamnya. Yang tak ingin ketinggalan adalah penampakan hantu perempuan berambut panjang.

Penasaran? Saksikan SOMEONE BEHIND YOU di Blitzmegaplex mulai tanggal 9 Juli. (

 

Jenis Film
- Comedy

Pemain
- Tora Sudiro, Indra Birowo, Vincent Club 80s, Titi Kamal, Robby Tumewu, Tino Saroengalo, Cut Mini, Emmy Lemu

Sutradara
- Rako Prijanto

Penulis
- Monty Tiwa, Rako Prijanto

Produser
- Gope T. Samtani, Subagyo S.

Produksi
- Rapi Films

Durasi
- 97 Min

 

SinopsisCiang Pek (Tora Sudiro) masih tinggal bersama engkongnya dan ia mewarisi perguruan kungfu/Wushu. Sugeng (Indra Birowo) mempunya istri gemuk Susi yang “bermuka setan tapi barangnya segurih ketan”, Ujang (Vincent Club 80’s) ayahnya pengusaha rumah makan yang sukses dan mempunyai mimpi menikah dengan Katrina Katrodipuro (Titi Kamal), bintang film terkenal dan cantik. Mereka bertiga bersahabat bekerja sebagai figuran dan sangat mengidolakan KatrinaSugeng dan Ujang adalah murid perguruan wushu milik engkong Ciang Pek. Pada suatu hari engkong Ciang Pek meninggal dunia. Dimalam pemakamannya, datang seorang gembong mafia bernama Munar Sapawi (Tino Sarunggalo) yang ingin menagih hutang Enkong sebesar 200 juta dan mengancam akan menyita perguruan wushu apabila tidak bisa melunasi hutang tersebutKarena putus asa, Sugeng mengusulkan sebuah solusi yang konyol dan bodoh… Menculik Katrina! Untuk menjalankan rencananya, Sugeng kembali meminjam uang kepada Munar Sapawi untuk membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan. Namun mereka salah culik. Yang mereka culik adalah Fatima (Cut Mini), bintang Film yang namanya sudah pudar. Nasi sudah jadi bubur Trio ini tetap meminta uang tebusan kepada Star Joni (Robby Tumewu) sang produser, untuk menebus Fatima. Dan ternyata Star Joni menolak karena Fatima sudah tidak laku…

Akankah mas-mas ini bisa menyelesaikan masalah mereka dan segala keruwetan ini? (Dona)

Review

 

 

Film ‘Tri Mas Getir’ merupakan sebuah film yang diproduksi oleh Rapi Films dan diarahkan oleh sutradara muda Rako Prijanto.

 

 

Film yang mengangkat genre komedi ini telah memenuhi tujuannya sebagai film yang mampu menghibur penontonnya. Selain itu, film ini juga memberikan sindiran-sindiran sosial kepada penontonnya.

 

Secara keseluruhan film komedi ini mampu memberikan hiburan kepada penontonnya. Dari menit pertama hingga akhir film ini mampu menyuguhkan banyolan-banyolan yang mengocok perut penontonnya.

Meski demikian, beberapa banyolan yang diberikan oleh tiga bintang ini seperti layaknya legenda film komedi Indonesia pada dekade 80-an, Warkop DKI. Selain itu, banyolan-banyolan yang disampaikan dalam film ‘Tri Mas Getir’ ini masih umumnya film-film Indonesia yang menjadikan seks sebagai komedi. Walaupun tidak menggambarkan pornoaksi.

Namun, secara umum film ini menjadi salah satu penyegar dari banyaknya film-film horor dan komedi porno yang menjamur dibioskop…..(info Indonesia Selebriti)..cheers / Dona

 

 

ta E Pearce, Richard Kevin, Arifin Putra, Adrian Subono, Arinda Gita, Barry Prima, George Rudy, Chrisye Subono

LOST IN LOVE merupakan sekuel dari film EIFFEL I’M IN LOVE. Rachmania Arunita masih menjadi penulis skenario kedua film tersebut yang sebenarnya diangkat dari novel berjudul sama yang merupakan karyanya. Namun Samuel Rizal dan Shandy Aulia yang memerankan karakter Adit dan Tika di EIFFEL I’M IN LOVE, diganti oleh Richard Kevin (GET MARRIED) dan Pevita E Pearce (DENIAS, SENANDUNG DI ATAS AWAN).

LOST IN LOVE mengisahkan petualangan Tita (Pevita E Pearce) dalam mencari jalan yang benar untuk pulang dan menuju cintanya pada Adit (Richard Kevin) beserta keluarganya.

Kisah film ini berawal dari kekecewaan Tita pada semua orang yang menganggapnya sebagai anak kecil dan manja. Dia pun merasa dikhianati oleh Adit dengan sikapnya yang tidak berubah, tetap dingin, dan ketus. Tita semakin kesal karena Adit pun memiliki penilaian yang sama seperti kebanyakan orang.

Meski merasa sakit, Tita harus mengambil sikap. Dengan berat hati, Tita memutuskan pertunangannya dengan Adit karena merasa cintanya pada Adit diragukan. Tita pun memutuskan untuk berpetualang di Paris sendiri, lepas dari orang yang menjaga maupun melarangnya. Tita ingin membuktikan kalau dirinya sanggup hidup sendiri tanpa orang lain.

Namun niat Tita bertualang di Paris berujung bencana. Dia tersesat di kota yang sama sekali tak dikenalnya. Untungnya Tita bertemu dengan Alex (Arifin Putra), mahasiswa asal Thailand yang kuliah di Paris.

Dapatkah Tita memercayai Alex untuk memandunya berpetualang selama di Paris? Akankah Tita kembali menemukan jalan pulang dan kembali mendapatkan cintanya? (r2y2.z)

Next Page »